Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Gigi Dilakukan?

Minggu, 13 Februari 2022 | Februari 13, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-02-13T12:09:48Z

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Gigi Dilakukan?


Variatips.com
- Dewasa ini faktor yang menyebabkan masalah pada mulut dan gigi sangat komplek. Mulai dari faktor makanan yang dikonsumsi hingga pola hidup yang mengabaikan terjaganya kesehatan mulut dan gigi. Tanpa kita sadari itu semua dalam jangka waktu tertentu akan menimbulkan banyak Maslah pada gigi dan mulut.

Oleh sebab itu pentingnya memeriksa kesehatan mulut dan gigi anda secara berkala dan konsisten. Hal ini tidak lain untuk mencegah terjadinya berbagai macam penyakit mulut yang berbahaya. Namun sebelum membahas kapan waktu yang tepat untuk memeriksa gigi ke dokter spesialis gigi ada baiknya kita ketahui penyakit apa saja yang terjadi pada mulut. 

Apa saja jenis penyakit yang kerap menyerang mulut? Berikut informasinya

1. Sariawan

Penyakit gigi dan mulut yang pertama dan umum terjadi di segala usia adalah sariawan. Sariawan mengakibatkan penderitanya merasakan sakit akibat adanya luka pada gusi maupun mulut.

Sariawan bisa terjadi karena adanya jamur, bekas pemakaian gigi palsu, luka tergigit, menurunnya sistem daya tahan tubuh, kekurangan asupan vitamin B, zat besi, dan vitamin C, kelainan atau gangguan pencernaan, serta kesehatan dan kebersihan mulut yang tidak terjaga.

2. Gigi Berlubang

Gigi berlubang juga merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi akibat jaringan gigi telah berubah menjadi karies gigi.

Jika sudah merasakan gigi berlubang, segera periksa ke dokter karena karies gigi akan terus bergerak dalam gigi.

Apabila sudah sampai pada bagian pulpa gigi, maka hanya bisa diselamatkan dengan perawatan saluran akar dan tidak bisa lagi ditangani hanya dengan ditambal.

Gigi berlubang bisa disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak di mulut. Bakteri tersebut menghasilkan asam yang dapat mengikis lapisan gigi, sehingga membuat gigi menjadi berlubang.

3. Gusi Berdarah

Gusi berdarah juga merupakan penyakit gigi dan mulut yang sering terjadi di segala usia. Gusi berdarah atau yang sering disebut juga sebagai radang gusi merupakan kondisi yang menandakan bahwa daerah gusi kotor.

Gejala gusi berdarah biasanya tidak menyebabkan rasa sakit pada penderitanya sehingga kebanyakan orang tidak menyadari saat mengalaminya.

Apabila gusi berdarah berlangsung secara terus-menerus lalu dibiarkan, maka akan menjadi infeksi yang berkelanjutan.

Kondisi ini dapat dicegah dengan melakukan pembersihan karang gigi setiap 6 bulan sekali di dokter gigi.

4. Gigi Abrasi

Gigi abrasi terjadi akibat gigi mengalami gesekan yang terlalu kuat dan terus-menerus. Penyebab penyakit gigi abrasi bermacam-macam, seperti menyikat gigi terlalu keras, kawat gigi yang terlalu kuat mencengkram, dan lain-lain.

5. Lubang Besar dan Sisa Akar

Lubang besar bisa menjadi penyakit gigi dan mulut yang serius bila tidak segera ditangani. Lebang besar pada gigi berawal dari lubang kecil yang terabaikan hingga berlarut-larut.

Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit yang tidak nyaman pada gigi. Terkadang, lubang besar juga menjadi pusat perkembangan bakteri yang akan memberikan dampak ke gigi lainnya.

Sedangkan sisa akar merupakan kotoran yang tersimpan di dalam mulut. Biasanya, kondisi ini akan menyebabkan bau mulut. Selain itu, sisa akar juga akan mengiritasi jaringan gusi dan menyebabkan terjadinya peradangan.

6. Kanker Mulut

Kanker mulut juga merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut berbahaya yang diakibatkan oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut.

Kanker mulut memengaruhi jaringan lunak pada mulut, seperti lidah, bibir, lapisan dasar mulut, dan bagian dalam pipi.

Jika tidak segera diobati, penyakit kanker mulut ini dapat menyebar ke seluruh tubuh. Risiko kanker mulut pun akan semakin meningkat jika kamu seorang perokok, pecandu alkohol, dan lain sebagainya.

7. Periodontitis

Periodontitis merupakan penyakit infeksi pada gusi yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.

Penyakit periodontitis ini tidak boleh dianggap sepele karena selain bisa menyebabkan kerontokan gigi

Pentingnya Pemeriksaan Gigi dan Mulut 6 Bulan Sekali

Sakit gigi sangat jarang menyebabkan kematian. Namun pernah ada penelitian bahwa sakit gigi mempengaruhi tingkat kerja seseorang, kesadaran  pemeriksaan dan pemeliharaan gigi masih rendah, rata-rata mereka datang ke Rumah Sakit (RS) dalam kondisi gigi sudah bermasalah, seperti gigi berlubang dan gusi bengkak.

Bila kontrolnya dalam keadaan sudah bermasalah sebenarnya sudah agak terlambat, sebaiknya kontrol dalam keadaan gigi masih bagus, setiap enam bulan sekali agar tidak terjadi infeksi. Selain melakukan kontrol gigi enam bulan sekali, untuk menjaga kesehatan gigi juga diharuskan menyikat gigi minimal dua kali sehari, setelah makan pagi dan malam sebelum tidur.

Penyakit yang paling membahayakan akibat kurangnya memelihara kesehatan gigi dan mulut yaitu penyakit kanker rongga mulut. Untuk mengetahui terkena penyakit tersebut harus dilakukan pemeriksaan Laboratorium, karena gejalanya tidak terlihat.

Membuat jadwal kunjungan ke dokter gigi untuk cek kesehatan gigi adalah agenda penting,  inilah perlunya Anda rutin memeriksakan gigi minimal 6 bulan sekali:

Cek gigi secara rutin memungkinkan pendeteksian masalah gigi dan gusi dalam tahap awal. Artinya, jika terindikasi – misalnya – gigi muncul lubang kecil, dokter gigi bisa segera melakukan penambalan agar gigi tidak sampai keropos. Penanganan dini justru akan menghemat biaya pengobatan dibanding pada saat kondisi gigi sudah parah.

Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga berfungsi sebagai deteksi dini untuk mengamati kemungkinan munculnya penyakit serius lain pada rongga mulut, termasuk kanker. Dokter gigi bisa memberikan saran pada pasien untuk menemui dokter spesialis lain jika diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Melatih diri untuk tidak trauma dengan penanganan masalah gigi. Saat ini teknologi dalam kedokteran gigi berkembang pesat. Salah satunya yaitu efek trauma yang dialami oleh pasien bisa dikurangi. Pasien tidak lagi merasakan rasa sakit berlebihan pada saat – misalnya – penanganan saluran akar gigi maupun perawatan gigi secara keseluruhan. Semua bisa dilakukan dengan nyaman.

×
Berita Terbaru Update